5 Istana yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Traveling di Seoul
POKER

5 Istana yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Traveling di Seoul

PelangiQQLounge – 5 Istana yang Drama sageuk selalu memiliki tempat tersendiri di hati penggemarnya. Bukan hanya karena intrik-intrik kerajaan yang jadi jalan cerita tapi juga dengan suasana dan pemandangan yang ditawarkannya. Setting yang menarik membawa penonton ke masa kejayaan kerajaan Korea.

Bagi kamu penggemar drama sageuk atau sekedar ingin melihat peninggalan kerajaan Korea, kamu bisa mengunjungi lima istana di wilayah Seoul ini. Istana-istana ini terbuka untuk umum dan sengaja dijadikan daerah wisata oleh pemerintah Korea Selatan. Bahkan disini kamu bisa berselfie ria dengan menggunakan busana tradisional Korea Selatan.

Berikut 5 Istana yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Traveling di Seoul

1. Istana Gyeongbok

5 Istana yang Bisa Kamu Kunjungi Saat Traveling di Seoul

Istana Gyeongbok atau Gyeongbokgung dibangun pada tahun 1395 oleh Raja Taejo, pendiri dinasti Joseon. Gyeongbokgung menjabat sebagai istana utama sampai 1592 dan menjadi istana terbesar dari lima istana yang ada di Seoul. Sayangnya pada masa Perang Imjin (1592-1598) istana ini dihancurkan. Istana ini dibangun kembali di bawah kepemimpinan Heungseondaewongun, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Gojong di tahun 1852-1919. Agen Capsa

Kamu bisa menikmati keindahan Paviliun Gyeonghoeru, dan Kolam Hyangwonjeong yang relatif utuh di sini. Bahkan ada Museum Istana Nasional Korea yang terletak di selatan Gerbang Heungnyemun, dan Museum Rakyat Nasional terletak di sisi timur dalam Hyangwonjeong.

2. Istana Changdeok

Istana Changdeok atau Changdeokgung dibangun pada 1405. Changdeokgung merupakan Istana yang paling terpelihara dengan baik dari lima istana kerajaan Joseon yang tersisa. Changdeokgung juga dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi para raja.

Changdeokgung diakui sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh Komite Warisan Budaya Dunia UNESCO pada bulan Desember 1997. Ada taman belakang Istana Changdeokgung yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Taejong. Keindahannya akan makin terlihat jika kamu mengunjungi taman ini pada musim gugur.

3. Istana Changgyeong

Aslinya Istana ini adalah istana musim panas dari kaisar Dinasti Goryeo yang dibangun pada tahun 1104, kemudian diwariskan ke Dinasti Joseon. Raja Sejong menambahkan beberapa bangunan untuk Raja Taejong yang sudah pensiun. Istana ini juga menjadi tempat tinggal ratu dan selir. Dahulunya dikenal sebagai Istana Sugang, namun pada masa Raja Seongjong istana ini direnovasi dan berganti nama menjadi Istana Changgyeon.

Bangunan terbesar di Istana Changgyeong adalah Tongmyeongjeon yang dibangun untuk sang ratu. Kamu juga bisa menikmati kolam Chundangji serta kebun botani yang dibangun diatas kolam ini. 

4. Istana Deoksu

Istana Deoksu awalnya adalah villa yang dibangun tahun 1450-an sebagai tempat istirahat Pangeran Wolsan dengan nama Seobyeolgung. Ketika semua istana dan ibu kota Dinasti Joseon musnah terbakar akibat Perang Tujuh Tahun di akhir abad ke-16, keluarga kerajaan tinggal di sini sambil menunggu pembangunan Istana Changdeok selesai. Seobyeolgung berubah nama menjadi Istana Gyeong-un. Pada Januari 1907 nama Istana berubah menjadi Istana Deoksu. 

Baca Juga : Cara Mengontrol Rasa Lapar untuk Mendapatkan Berat Badan Ideal 

Yang unik dari istana ini adalah perpaduan bangunan-bangunan berarsitektur barat maupun tradisional yang saling bersandingan di dalamnya. Bangunan ini juga tempat diproklamirkannya Kekaisaran Han Raya.

5. Istana Gyeonghui

Istana Gyeonghui juga dikenal dengan nama Seogweol atau istana barat. Istana ini dibangun atas perintah Raja Gwanghae dan selesai pada 1623. Istana ini adalah Istana Sekunder bagi raja-raja, fungsinya untuk tempat raja pindah dalam keadaan darurat. Poker Online

Di salam komplek istana ini juga terdapat  Museum Sejarah Seoul dan Gedung Annex Gyeonghuigung dari Museum Seni Seoul. Di sini kamu bisa melihat perkembangan Korea Selatan dari masa ke masa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *