5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!
TIPS & TRICK

5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

PelangiQQLounge – 5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Akhir-akhir, warganet di media sosial kembali ramai membicarakan soal kasus pelecehan seksual yang marak terjadi. Perdebatan lama pun kembali mencuat, yaitu soal apakah penyebab perempuan dilecehkan adalah karena pakaiannya yang terlalu minim atau bukan.

Semua orang tentu setuju bahwa pelecehan seksual adalah perbuatan yang salah. Namun, rupanya banyak orang yang masih punya beberapa pandangan salah soal pelecehan seksual. Apa saja pandangan salah tersebut? Berikut ini lima di antaranya. Jika kamu masih memilikinya, segeralah buang pandangan yang salah tersebut.

Berikut 5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

1. Pelecehan seksual terjadi karena korban memakai pakaian terbuka 

5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

Ini adalah pandangan salah yang sayangnya sering dipercaya banyak orang. Mereka beranggapan bahwa pelecehan seksual terjadi karena korbannya memakai pakaian yang minim atau terbuka, padahal pandangan tersebut jelas salah.

Nyatanya, banyak perempuan yang pernah jadi korban pelecehan seksual meskipun sudah memakai pakaian yang tertutup. Sementara, perempuan yang gemar memakai pakaian terbuka pun gak serta-merta pasti jadi korban pelecehan. Makanya jelas, pakaian terbuka bukanlah sebab terjadinya pelecehan seksual.

2. Jika korban berpakaian terbuka, tindakan pelaku bisa dimaklumi

5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

Karena pandangan salah pada poin pertama, beberapa orang bahkan sampai berpikir bahwa jika si korban berpakaian terbuka, tindakan pelaku bisa dimaklumi. Mereka beralasan bahwa pakaian terbuka bisa menimbulkan hasrat yang salah sehingga wajar jika si pelaku jadi melecehkan. Apakah pandangan seperti itu benar?

Tentu saja tidak. Pelaku pelecehan sama sekali gak bisa dimaklumi karena satu-satunya penyebab pelecehan seksual adalah niat jahat dari si pelaku itu sendiri. Apakah niat itu pasti timbul akibat pakaian minim? Tentu tidak. Sekali lagi, niat melecehkan bisa tetap muncul meski korban sudah berpakaian tertutup.

Lagi pula, banyak kok pria yang tetap gak berniat melecehkan meski melihat perempuan berpakaian terbuka. Jika mereka saja bisa, kenapa si pelaku tidak? Seharusnya, saat niat itu muncul pun, si pelaku cepat membuang niat itu supaya gak berlanjut pada tindakan. Nyatanya, dia tidak melakukannya. Makanya, pelecehan itu sepenuhnya kesalahan si pelaku. Agen Capsa

3. Seseorang berpakaian terbuka karena memang ingin diperhatikan lawan jenis 

5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

Masih banyak orang yang belum tahu bahwa salah satu bentuk pelecehan seksual adalah terus memandang bagian tubuh seseorang hingga membuatnya tidak nyaman. Namun, ada orang yang bertanya-tanya. Kalau seseorang berpakaian terbuka atau ketat, bukankah itu artinya dia memang ingin dipandang lawan jenis?

5 Pandangan Salah Soal Pelecehan Seksual, Jangan Salahkan Korban!

Jawabannya adalah tidak. Pandangan seperti itu salah. Kebanyakan perempuan memakai pakaian terbuka pada tempat yang memang wajar, misalnya di gym atau pantai. Makanya, jelas mereka melakukannya bukan untuk menarik perhatian lawan jenis, tapi untuk menyesuaikan diri dengan tempatnya.

Gak sedikit pula orang memilih pakaian berdasarkan kenyamanan pribadi semata. Makanya, jelas mereka melakukannya untuk dirinya sendiri, bukan orang lain. Kalaupun mereka memang ingin dianggap menarik oleh lawan jenis, tentu saja itu gak berarti mereka ingin ditatap terus-menerus karena itu pasti membuatnya merasa gak nyaman.

4. Korban pelecehan juga patut disalahkan 

Ada pula orang yang beranggapan bahwa meski tidak berpakaian terbuka, korban pelecehan pasti juga punya andil yang membuat pelecehan itu terjadi, misalnya kurang hati-hati, terlalu gampang percaya pada orang lain, bahkan memang menampilkan gestur yang menggoda. Makanya, mereka pikir, korban pelecehan juga patut disalahkan.

Ini juga adalah pandangan yang keliru. Korban pelecehan pasti merasa sedih, terpukul, bahkan mungkin trauma. Makanya, menyalahkan mereka gak akan membawa manfaat buat siapa pun. Malah, mereka bisa semakin stres dan depresi. Yang harusnya kita berikan pada mereka adalah dukungan morel supaya bisa bangkit dan gak terus terpuruk.

5. Menasihati seseorang supaya berpakaian tertutup berarti membela pelaku 

Namun, seraya mengayomi korban dan mengutuk tindakan pelaku, kita tetap perlu punya pandangan yang seimbang. Kalau seseorang menasihatimu untuk berpakaian tertutup karena menurutnya itu bisa mengurangi risiko dilecehkan, misalnya, apakah itu berarti dia membela pelaku pelecehan? Tidak.

BACA JUGA : Kandungan Apel, Buah Favorit dengan Rasa yang Legit

Memang, pakaian tertutup pun tidak menjamin kita bebas dari pelecehan. Namun, kalau ada yang memberimu nasihat demikian, kemungkinan besar niatnya baik, apalagi kalau ia adalah keluarga atau sahabatmu. Makanya, gak perlu langsung marah dan menganggapnya membela pelaku. Poker Online

Kamu justru patut berterima kasih karena itu artinya dia peduli padamu. Namun, kalau merasa nasihatnya itu punya kesan menyalahkan korban, kamu bisa bilang terus terang padanya. Mungkin dia memang kurang menyusun kalimatnya dengan bijak. Namun, yang jelas, hargailah niat baik dan perhatian yang ia berikan.

Itulah lima pandangan yang salah soal pelecehan seksual. Apakah masih ada pandangan salah yang kamu percayai? Kalau ya, lebih baik kamu segera koreksi pandangan itu. Jangan sampai kamu malah membela pelaku dan menyalahkan korban karena itu bisa turut membuat kasus pelecehan seksual semakin banyak terjadi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *