BERITA UNIK

Kuliner Tradisional Khas Tibet yang Wajib Kamu Cicipi !

Kuliner Tradisional Khas Tibet – Disebut atap dunia karena lokasinya yang berada pada dataran paling tinggi di dunia, plesiran ke sini pastinya membuat kita mudah lapar karena memiliki suhu udara yang dingin. Agar perut kosong kita bahagia saat plesiran ke Tibet,

Berikut nikmatilah enam kuliner tradisional Khas Tibet yang mengenyangkan yang akan PelangiQQ bahas ini !

1. Tibetan Momo

Tibetan momo serupa dengan pangsit kukus yang memiliki isian berupa daging sapi giling yang dicampur dengan sayuran. Kuliner satu ini tak pernah dipisahkan dengan pasangannya yaitu saus sambal yang memiliki beragam jenis seperti chutney tomat, tomat pachadi, chutney kacang, chutney jahe, dan chutney kelapa.

Umumnya masyarakat Tibet menyantap momo pada siang hari dengan ditemani secangkir cokelat hangat. Perpaduan dua makanan yang mood booster banget nih! Dijamin! Bikin kamu rindu menikmatinya lagi usai pulang dari Tibet.

2. Thenthuk

Jika di Indonesia, thenthuk hampir serupa dengan capcay Jawa yang menggunakan campuran adonan tepung, sayuran, dan memiliki kuah kental. Seporsi thenthuk yang memenuhi seluruh mangkok besar, bisa dipastikan bikin perut kamu kenyang lumayan lama.

Di dalamnya terdapat tambahan berupa potongan daging yak atau domba yang menambah selera makan. Seporsi thenthuk tidak hanya mengenyangkan, namun juga menghangatkan tubuh.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata di Tibet yang Bikin Kamu Terpukau!

3. Sha phaley

Memiliki isian berupa daging sapi cincang dan daun kol, sha phaley tak lain adalah roti goreng khas Tibet yang memiliki bentuk lingkaran. Dimakan bersama sambal, sha phaley biasanya dihidangkan pula dengan secangkir teh tawar. Sha phaley ini biasanya menjadi camilan masyarakat Tibet ketika akhir pekan tiba.LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH

4. Daging Yak

Kuliner Tradisional Khas Tibet

Yak, adalah hewan yang umumnya hidup di sekitar Pegunungan Himalaya. Serupa dengan sapi namun berbulu lebat, daging yak salah satu makanan yang wajib kamu cicipi begitu tiba di Tibet.

Beraneka ragam olahan daging yak yang dapat kamu santap di sini seperti dendeng yak, yak bakar, atau sup daging yak. Ketika menikmati daging yak, kalian gak perlu mencabiknya lama di gigi. Kandungan lemak yang rendah, daging yak mudah untuk dihancurkan.

5. Laping

Kuliner Tradisional Khas Tibet

Identik dengan warna kuning, laping ialah olahan mi yang digulung dengan kulit yang terbuat dari campuran tepung dan kacang hijau. Jajanan jalan alias street food khas Tibet ini memiliki tekstur yang licin dan biasanya disantap dengan menggunakan saus kecap dan ditabur dengan wijen. 

Sedia payung sebelum hujan, ya! Maksudnya ialah laping memiliki rasa pedas, ada baiknya jangan lupa untuk menyediakan minum di sebelahmu agar lidah segera terobati dengan rasa pedas.

6. Guthuk

Kuliner Tradisional Khas Tibet

Bukan gethuk, ya! Tapi guthuk. Kuliner salanjutnya khas Tibet ini adalah sup yang memiliki kuah pedas segar yang berasal dari jahe. Berisi sayuran seperti tomat, kacang polong,  jamur shiitake, labu, bayam, dan seledri, sup ini identik dengan penggunaan guthuk, yaitu adonan berupa tepung terigu yang dicampur air, dan dibentuk bulat-bulat kecil.

Di Tibet, guthuk merupakan hidangan untuk merayakan Tahun Baru Tibet yang biasa disebut Losar. Menyantapnya gak sembarang waktu, lho! Guthuk dinikmati pada hari ke-29 di bulan ke-12 (Desember).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *