BERITA UNIK

5 Ritual Seks Paling Unik di Seluruh Dunia

Ini Dia Ritual Seks Di Indonesia, hubungan seksual di luar nikah sering kali dianggap tabu dan “kotor”. Namun hal yang berbeda berlaku di belahan dunia lainnya. Banyak suku dan kelompok masyarakat yang memiliki ritual seks unik dan berkebalikan dengan apa yang ada di budaya kita saat.

Ada yang melegalkan hubungan seks di bawah umur, sesama jenis, hingga berbagai ritual lain yang mungkin tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Namun mayoritas ritual seks yang akan disebutkan ini sudah tidak lagi dijalankan karena berbagai alasan. Mulai dari risiko, perkembangan zaman, atau karena tradisi tersebut sudah tidak dilestarikan lagi.

Namun tak ada salahnya untuk memperkaya pengetahuan mengenai tradisi tersebut. Yuk, simak Ini Dia Ritual Seks Yang dibilang aneh

1. Mangaia: Remaja laki-laki akan belajar mengenai seks dengan perempuan dewasa

Edukasi seks merupakan hal yang penting untuk diajarkan kepada anak-anak, terutama yang telah memasuki usia remaja. Hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Mangaia, sebuah pulau di Samudra Pasifik. Namun edukasi seksnya berbeda dengan yang kita kenal saat ini. 

Jika edukasi seks menurutmu meliputi pentingnya memakai kondom, mengenal menstruasi, dan lain-lain, masyarakat Mangaia justru mengajarkan bagaimana cara melakukan aktivitas seksual kepada para remaja laki-laki. Jadi “materi” yang diajarkan meliputi cara memuaskan perempuan, cara mencapai orgasme, posisi seks, dan lain sebagainya. 

Lebih uniknya lagi, semua itu tidak hanya sekadar teori. Dilansir Sex Info Online, para perempuan dewasalah yang akan mengajarkannya kepada remaja laki-laki sekaligus mempraktikkannya.  PELANGIQQ

2. Papua Nugini: Ritual minum air mani

Papua Nugini, tepatnya area yang bernama Sambia memiliki ritual seks yang tak kalah unik. Anak laki-laki harus meninggalkan ibunya dari usia tujuh tahun. Mereka juga tidak diperbolehkan kontak dengan perempuan lain. Mengutip Exploring Your Mind, ini dilakukan karena masyarakat setempat menganggap perempuan adalah makhluk yang “kotor”.

Anak laki-laki akan mengikuti ritual kedewasaan di mana mereka harus memasang tindik dan bahkan minum air mani lelaki dewasa. Tujuannya adalah agar si anak cepat tumbuh dewasa dan menjadi “laki-laki sejati”.

3. Papua Nugini: Anak-anak diperbolehkan berhubungan seksual

Masih dari Papua Nugini, budaya yang satu ini berasal dari suku bernama Trobriander. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa anak-anak boleh melakukan hubungan seksual. 

Untuk laki-laki, mereka boleh memulainya dari usia sepuluh hingga 12 tahun, sedangkan batas umur untuk perempuan adalah enam hingga delapan tahun. Tak hanya itu, anak perempuan juga sudah diajarkan cara menggoda laki-laki sejak mereka masih kecil. 

Namun perlu diketahui, mereka tak harus menikah untuk berhubungan seksual. Sebab, masyarakat POKERONLINE menganggap hubungan seksual sangatlah wajar dan tidak harus ada komitmen untuk melakukannya. 

4. Kamboja: Pondok “cinta” untuk remaja perempuan

Suku Kreung di Kamboja memiliki ritual seks yang unik. Orangtua akan membangun sebuah pondok “cinta” untuk anak perempuannya yang berusia sembilan hingga 13 tahun. Setiap malam, akan ada laki-laki yang menghampiri pondok tersebut untuk memikat si perempuan. 

Tak hanya itu, terkadang mereka juga berhubungan seks di dalam pondok tersebut. Si laki-laki bisa tinggal beberapa malam sesuai dengan keinginan si pemilik pondok. Setelah berhubungan dengan orang yang berbeda, barulah perempuan bisa memilih siapa yang ia inginkan menjadi pasangannya. 

Tradisi ini tidak berlangsung hingga saat ini. Pada tahun 2003, ritual pondok “cinta” dihentikan setelah ada beberapa remaja perempuan mendapat perlakuan seksual yang agresif dari laki-laki. 

Ini Dia Ritual Seks

5. Haiti: Hubungan seks massal di bawah air terjun

Haiti, negara kecil di Laut Karibia ini terkenal dengan tradisi voodoo dan agama Katolik yang kuat. Mereka memiliki ritual seks yang berkaitan dengan gabungan kepercayaan tersebut. Masyarakat menyebutnya sebagai AGENCAPSA

Setiap bulan Juli, para pasangan suami istri akan pergi ke air terjun Saut D’eau yang dianggap sakral dan suci karena mereka percaya Bunda Maria sempat tinggal di sana. Para pasutri akan telanjang dan mandi bersama-sama. Tak lupa, air untuk mandi dicampur terlebih dahulu dengan darah sapi yang mereka korbankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *