Kesaksian Korban Bom Atom Hiroshima Nagasaki
BERITA UNIK

Kesaksian Korban Bom Atom Hiroshima Nagasaki

PelangiQQ : Kesaksian Korban Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Menjelang berakhirnya Perang Pasifik, Januari 1945, Kekaisaran Jepang sadar bahwa mereka hanya tinggal menunggu waktu saja untuk kalah. Musuh utama mereka, Amerika Serikat (AS), merupakan lawan yang terlalu kuat untuk mereka hadapi.

Benar saja, AS langsung membatalkan rencana Operasi Downfall untuk menganeksasi Jepang. Dan sebagai gantinya, Jepang akan “dieksekusi” dengan bom Atom.

Tanggal 6 Agustus 1945, pesawat B-29 Superfortress “Enola Gay” membawa bom Atom “Little Boy”, dan dijatuhkan tepat di tengah Kota Hiroshima.

Tanggal 9 Agustus 1945, giliran bom Atom “Fat Man” melahap Nagasaki.

Kedua kota tersebut pun langsung luluh lantak akibat ledakan maha dahsyat kedua bom Atom tersebut. Tercatat, total manusia yang tewas di Hiroshima sebanyak 146 ribu orang, sedangkan di Nagasaki sebanyak 80 ribu orang.

Namun, ada pula yang selamat dari pengeboman itu, salah satunya adalah seorang pastor bernama P. Siomes yang berasal dari Jerman.

Saat kejadian, Siomes sedang berada di sebuah gereja pinggiran kota Hiroshima. Siomes ingat betul, saat itu 6 Agustus 1945 pukul 8.14 pagi waktu setempat, tiba-tiba ia melihat pusat kota dipenuhi cahaya kuning menyilaukan.

Sepuluh detik kemudian, Siomes merasakan peningkatan suhu udara dan ia pun terpental jauh dari tempatnya berdiri.

Beberapa Detik Setelah Ledakan

Ketika terbangun, Siomes merasa tubuhnya amat sakit. Ia melihat gulungan debu mengepul, semua bangunan rusak parah, dan mayat bergelimpangan. KAWANPELANGI

Secara reflek Siomes dan beberapa pastor lainnya langsung mengambil kotak P3K untuk menolong orang-orang yang berada di sekitarnya. “Rekan saya Pastor Noktor yang mempelajari ilmu kedokteran melayani orang-orang yang terluka, tetapi perban dan obat-obatan kami sangat terbatas. Kami hanya bisa membersihkan luka-luka mereka. Tapi semakin banyak orang yang terluka datang kepada kami.”, ujar Siomes.

Siomes kemudian pergi ke tengah kota untuk mencari rekan-rekan lainnya yang sedang berada di sana. Namun, saat memasuki kota Hiroshima, mata Siomes terbelalak mendapati kondisi kota yang seperti di neraka. “Angin besar tiba-tiba melanda kami saat memasuki kota, bangunan hancur, mayat bergelimpangan, dan kebakaran dimana-mana

Buruk sekali, mungkin ini gambaran seperti apa neraka itu.”, ungkap Siomes.

Noriyuki Masuda, Direktur Divisi Kurasi Hiroshima Peace Memorial Museum, mengisahkan bahwa kawasan dalam radius dua kilomoter dari hiposenturm (pusat) ledakan rata dengan tanah.

Kesaksian Korban Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Bom yang dijatuhkan dari pesawat B-29 bernama Enola Gay itu juga telah merusak struktur bangunan dalam radius enam kilometer. Selain itu, getaran bom juga memecahkan jendela-jendela rumah yang terletak 27 kilometer dari hiposentrum.

Dampak Dari Bom

“Selain merusak secara fisik, bom Atom juga menghancurkan secara total struktur masyarakat di kota itu.”, kata Masuda. Dan dalam hitungan detik, Hiroshima pun lumpuh total.

“Bom itu menghancurkan jaringan bisnis, pabrik-pabrik, toko, sekolah, rumah sakit, pemadam kebakaran, kota pemerintahan. Semua lenyap seketika.”, ujarnya menambahkan.

Menurut catatan, kurang lebih 140.000 orang tewas saat kejadian itu. Namun, kehancuran itu belum selesai. Sebab, bom Atom juga menghancurkan masa depan mereka yang selamat. Beberapa jam setelah ledakan, maka turun hujan berwarna hitam. Hujan tersebut membawa material radioaktif yang sangat mematikan.

Penduduk yang selamat, tidak bisa mengelak dari paparan radiasi. Dampaknya baru mereka rasakan setelah lima bulan kemudian.

Di mana rambut mereka rontok, badan lemas, penyakit leukemia dan kanker bermunculan, dan para wanita juga mengalami berbagai persoalan reproduksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *