Uncategorized

Mana yang Lebih Baik: Tidur Terlentang, Miring, Atau Tengkurap?

PelangiQQ Lounge -Mana yang Lebih Baik: Tidur Terlentang, Miring, Atau Tengkurap? Mungkin banyak yang menganggap posisi tidur selama semalaman adalah hal yang tak perlu dipikirkan terlalu detil, namun nyatanya posisi tidur bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Jika ada ranking posisi tidur terbaik, tidur terlentang berada di puncaknya.

Sebaliknya, tidur tengkurap atau bertumpu pada perut adalah posisi tidur terburuk yang sangat tidak direkomendasikan. Jadi, jika Anda kerap merasa pegal, otot kaku, sirkulasi darah tak lancar, sakit kepala, hingga keriput dini, bisa jadi ada yang salah dari posisi tidur Anda.

Posisi tidur ideal

Terlepas dari popularitasnya, posisi tidur ideal adalah yang paling baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Setiap harinya, setidaknya seseorang akan menghabiskan waktu tak kurang dari 8 jam untuk berbaring.

Lalu, apa posisi tidur yang ideal?

1. Tidur terlentang

Meskipun tidak sepopuler posisi tidur lainnya, rupanya tidur terlentang adalah posisi tidur yang paling baik untuk kesehatan. Memang persentase orang yang tidur terlentang hanya sekitar 8%, namun ini adalah posisi yang memungkinkan kepala, leher, dan tulang belakang berbaring dalam kondisi netral.

Ketika tubuh berbaring dengan netral, artinya tidak ada tekanan pada area-area itu dan kecil kemungkinan akan mengalami pegal atau nyeri. Tak hanya itu, tidur terlentang juga baik untuk mengantisipasi naiknya asam lambung. 

Baca Juga : Sulit Tidur Letakkan 1 Siung Bawang Putih Di Bawah Bantal


2. Tidur miring

Posisi tidur miring merupakan posisi terbaik kedua untuk kesehatan. Ketika tidur miring dan tulang belakang hingga kaki berada dalam posisi lurus, maka risiko naiknya asam lambung juga bisa dikurangi. 

Lebih jauh lagi, posisi tidur miring juga mengurangi kemungkinan mendengkur karena saluran pernapasan tetap terbuka. Hal yang sama berlaku bagi penderita sleep apnea, direkomendasikan untuk tidur dengan posisi miring. 

Meski demikian, satu kekurangan dari posisi tidur miring adalah menimbulkan keriput. Bagaimana tidak, selama berjam-jam separuh bagian wajah tertekan ke bantal.

Bagi ibu hamil, sangat direkomendasikan tidur miring ke kiri karena dapat meningkatkan sirkulasi darah baik bagi ibu maupun janin. Tak hanya itu, posisi miring ke kiri juga menghindari tertekannya hati oleh janin.

3. Melengkung seperti janin

Mana yang Lebih Baik: Tidur Terlentang, Miring, Atau Tengkurap? Jika diminta menyebut posisi tidur paling populer, tentu posisi melengkung seperti janin jawabannya. Dalam posisi ini, tulang belakang melengkung dan kaki berada dalam posisi ditekuk. Konsekuensi apabila seseorang tidur dengan posisi melengkung terlalu rapat adalah membatasi pernapasan diafragma.

Tak hanya itu, berada dalam posisi melengkung ini bisa membuat seseorang merasa pegal saat terbangun di pagi hari. Untuk menghindarinya, sebisa mungkin luruskan tubuh dengan menempatkan guling di antara kedua paha.

4. Tidur tengkurap

Posisi tidur tengkurap atau bertumpu pada perut adalah posisi yang paling tidak direkomendasikan karena ada banyak dampak negatif yang ditimbulkannya, mulai dari nyeri punggung dan leher, rasa kebas, gatal, hingga saraf yang terasa tidak nyaman.

Apabila memang terpaksa tidur tengkurap, sebisa mungkin kepala juga menghadap ke bawah, bukan ke salah satu sisi tubuh. Tujuannya adalah memastikan saluran pernapasan tetap terbuka, tapi ingat untuk menjaga agar hidung tidak tertutup bantal.

Bahaya tidur terlentang

Meskipun posisi tidur terlentang dianggap yang paling ideal untuk kesehatan, ada beberapa bahaya yang mungkin terjadi. Mungkin tidak semua orang bisa mengalaminya, tapi tetap saja perlu diperhitungkan risiko-risiko seperti:

Mengganggu pernapasan

Ketika seseorang berbaring atau tidur terlentang, ada kemungkinan lidah menutup saluran pernapasan. Kondisi ini sangatlah berbahaya bagi penderita sleep apnea karena bisa meningkatkan risiko tidak bernapas saat tidur. Orang dengan usia tua lebih rentan mengalami sleep apnea. 

Mendengkur semakin parah

Bagi orang yang menderita masalah dengan mendengkur, posisi tidur terlentang kemungkinan membuatnya semakin parah. Untuk mengatasinya, perlu diketahui apa pemicu seseorang mendengkur agar tahu terapi atau posisi tidur yang tepat.

Tidak baik untuk ibu hamil

Ketika ibu hamil menginjak trimester kedua, artinya ukuran janin semakin besar. Ketika tidur terlentang, artinya pembuluh balik besar bawah yang menerima dari badan dan kedua kaki bisa tertekan. 

Konsekuensinya, ada kemungkinan aliran darah ke jantung menjadi tidak lancar. Hal ini berbahaya baik bagi ibu maupun janin dalam kandungannya. Selain itu, pernapasan juga akan terganggu karena berat janin yang dikandung.

Ketika mempertimbangkan posisi tidur apa yang paling baik dan nyaman bagi Anda, pertimbangkan kebutuhan diri sendiri, mulai dari nyeri yang diderita, gangguan tidur seperti mendengkur, hingga kondisi medis lainnya. 

Tetap prioritaskan posisi tidur yang tidak mengganggu saluran pernapasan. Pastikan pula tubuh memiliki cukup ruang agar bisa berganti posisi secara fleksibel sepanjang malam. Secara alami, tubuh akan mencari posisi yang paling nyaman dan mengurangi risiko keluhan pada jangka panjang.

Sumber : PelangiQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *