ADUQ SAKONG

Manfaat Terapi Oksigen untuk Kesehatan

PELANGIQQ : Manfaat Terapi Oksigen untuk Kesehatan – Terapi oksigen adalah prosedur yang lakukan untuk memberikan oksigen murni kepada pasien, dalam ruangan atau tabung khusus. Menurut ahli, hal ini lakukan saat jaringan tubuh tidak berfungsi dengan baik, sehingga pasien membutuhkan lebih banyak oksigen, bandingkan orang pada umumnya.Perawatan ini lakukan untuk meningkatkan jumlah oksigen yang terima dengan kirim oleh paru-paru ke darah Anda.

Terapi oksigen ini akan rekomendasikan dokter ketika pasien memiliki kadar oksigen darah yang terlalu rendah yang dapat mengakibatkan sesak napas, merasa lelah dan rusaknya jaringan tubuh.

Prosedur terapi oksigen

Terapi oksigen dapat berikan untuk jangka waktu pendek dan panjang.  Terapi ini bisa lakukan rumah sakit atau rumah. Oksigen simpan sebagai gas atau cairan dalam tabung khusus sehingga bisa simpan iruangan.Berdasarkan jenisnya terapi oksigen hiperbarik dapat bagi dua, yaitu monoplace hyperbaric chamber dan multiple hyperbaric chamber.Sesuai namanya, Monoplace hyperbaric chamber hanya bisa menampung satu orang untuk sekali terapi, sedangkan multiple hyperbaric chamber bisa menampung hingga 20 orang dalam sekali waktu terapi. Terapi hiperbarik sendiri mengharuskan pasien untuk menghirup oksigen keluarkan dalam ruang tabut tersebut. Tekanan udara yang ada dalam ruangan tabung juga lebih tinggi. Biasanya terapi oksigen berlangsung selama 1-2 jam, tergantung pada kondisi medis pasien.

Manfaat terapi oksigen

Terapi oksigen sangat bermanfaat untuk orang yang mengalami kadar oksigen rendah. Jika terapi oksigen lakukan secara teratur dapat membuat seseorang menjadi lebih aktif bergerak dan dapat mengurangi sesak nafas. Terapi oksigen juga dapat mengurangi gejala:

  • Sakit kepala
  • Emosional
  • Kelelahan
  • Pergelangan kaki yang bengkak

Terapi oksigen dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang memiliki kondisi penyakit paru-paru kronis. Perawatan ini juga bisa mengurangi gejala sakit kepala yang sebabkan oleh kadar oksigen yang rendah.

Penyakit yang dapat sembuhkan dengan terapi oksigen

Manfaat terapi oksigen dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda menjalani terapi oksigen, jika beberapa kondisi medis ini terjadi:

  • Anemia
  • Abses otak
  • Gelembung udara dalam pembuluh darah
  • Luka bakar
  • Penyakit dekompresi
  • Tuli secara tiba-tiba
  • Keracunan karbon monoksida
  • Gangren
  • Infeksi kulit atau tulang
  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Cedera radiasi
  • Buta secara tiba-tiba

Efek samping terapi oksigen

Terapi oksigen memiliki risiko dan efek samping yang Anda perlu pertimbangkan matang-matang, sebelum menjalaninya. Berikut adalah efek samping risiko terapi oksigen yang mungkin bisa dirasakan:

  • Kegelisahan
  • Merasa cemas
  • Peningkatan tekanan darah
  • Gula darah rendah
  • Cairan berlebih dalam paru-paru
  • Perubahan pada penglihatan
  • Paru-paru kolaps

Selain itu, organ tubuh seperti mata, gigi, paru-paru hingga telinga berpotensi merasakan sakit atau cereda akibat perawatan ini. Sebelum melakukan terapi oksigen, bicarakan dengan dokter terkait mengenai rencana terapi oksigen yang akan Anda jalani. Biasanya dokter akan mengetahui jumlah spesifik terapi yang harus Anda jalani, serta pengobatan lain yang mampu mendukung efektivitas dari terapi oksigen hiperbarik.Terapi oksigen hiperbarik adalah jenis terapi oksigen yang berbeda. Metode terapi ini mengharuskan Anda untuk menghirup oksigen di dalam ruangan atau tabung bertekanan khusus. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan paru-paru Anda mengumpulkan oksigen hingga tiga kali lebih banyak daripada yang Anda dapatkan dari menghirup oksigen pada tekanan udara normal.

Apakah terapi oxybaric bisa menularkan virus corona?

Dalam masa pandemi COVID-19 pasti muncul beberapa kekhawatiran pada prosedur-prosedur kesehatan yang mungkin saja dapat menularkan penyakit ini. Tidak terkecuali terapi oxybaric atau terapi oksigen hiperbarik.Terapi ini ternyata diketahui dapat menjadi salah satu media penularan virus corona. Namun, tentu saja hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan rapid tes atau swab tes sebelum melakukan prosedur terapi ini. Jadi, prosedur tetap dapat dijalankan dengan aman dan tidak membahayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *