Uncategorized

Perbedaan Halusinasi dan Delusi

Perbedaan Halusinasi dan Delusi . Beberapa waktu terakhir, kata halusinasi yang kemudian disingkat menjadi ‘halu’ ramai diperbincangkan masyarakat. Kamu pun mungkin menjadi salah satu orang yang kerap menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kondisi seseorang. Namun, sudahkah kamu benar-benar menggunakan istilah tersebut secara tepat?

Pasalnya, ternyata masih banyak pula orang yang belum mengerti perbedaan halusinasi dan delusi. Sepintas keduanya terlihat mirip, tetapi sebenarnya justru memiliki perbedaan yang cukup kontras.

1. Pengertian halusinasi

Menurut psikolog Aubrey Moe, halusinasi adalah sebuah pengalaman sensoris yang terjadi tanpa adanya stimulus eksternal. Kondisi ini pun akan berdampak pada kinerja indra seseorang, baik dari segi penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, maupun peraba. Singkatnya, halusinasi dititikberatkan pada indra tubuh. POKER ONLINE

2. Pengertian delusi

Sementara itu, delusi juga lebih dititikberatkan pada konsep, gagasan, atau kepercayaan yang berpusat pada pikiran. Psikiater dr. Philip R. Muskin mendeskripsikan delusi sebagai sebuah pemikiran atau kepercayaan yang tidak diyakini oleh konsensus. Dalam bahasa yang lebih sederhana, delusi dapat diterjemahkan sebagai gangguan mental yang membuat penderitanya meyakini suatu hal yang sebenarnya tidak terjadi.

3. Penyebab halusinasi

Perbedaan Halusinasi

Halusinasi dapat disebabkan oleh banyak hal. Beberapa di antaranya adalah penggunaan bahan atau obat-obatan terlarang yang bersifat halusinogenik, detoks alkohol, gangguan kecemasan dan depresi, kurang tidur, migrain, epilepsi, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.

4. Penyebab delusi

Perbedaan Halusinasi

Delusi pada dasarnya merupakan sebuah penyakit mental. Beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi seseorang mengalami delusi antara lain genetis, biologis, dan psikologis.

5. Apa yang terjadi saat seseorang mengalami halusinasi?

Perbedaan Halusinasi

Orang yang sedang berhalusinasi tentu akan memperlihatkan adanya perubahan emosi atau perilaku. Hal ini tergantung dari sensasi yang dialami serta indra mana yang terpengaruh. Seperti contoh, seseorang yang mengalami halusinasi visual akan melihat benda-benda yang sebenarnya tidak ada di hadapannya.

6. Apa yang terjadi saat seseorang mengalami delusi?

Perbedaan Halusinasi

Seseorang yang sedang mengalami delusi tetap dapat beraktivitas seperti orang normal lainnya. Namun saat ada interaksi yang bersinggungan dan berseberangan dengan sesuatu yang diyakininya (tergantung jenis delusi apa yang dialami), dia pun akan menunjukkan perubahan perilaku seperti marah, tersinggung, atau bahkan menangis.

7. Penanganan halusinasi

Perbedaan Halusinasi

Halusinasi dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu dengan tujuan memperlambat kinerja otak serta melakukan tindakan lain sesuai dengan faktor utama penyebab halusinasi. Di samping itu, pada kasus tertentu juga diperlukan konseling kejiwaan sehingga penderita pun dapat ikut memahami kondisi yang sedang dialaminya.

8. Penanganan delusi

Perbedaan Halusinasi

Penanganan yang diperlukan untuk pasien delusional adalah terapi kejiwaan, seperti psikoterapi, perilaku kognitif, maupun terapi keluarga. Tujuan terapi ini tak lain adalah untuk meminimalkan stres, membantu penderita untuk tetap dapat berinteraksi, dan membangun intimasi dengan keluarga atau orang-orang terdekatnya. Selain itu, penderita juga biasanya akan diberi obat-obatan tertentu.

BACA JUGA YUK : Biar Kerja Lebih Produktif, Ketahui 5 Tipe Kebiasaan Tidur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *