ADUQ SAKONG

Proses terjadinya Pelangi yang muncul saat hujan gerimis

PelangiQQ : Proses terjadinya Pelangi yang muncul saat hujan gerimis Pelangi memang fenomena alam yang menarik. Saat berpendar, warna-warninya siap bikin kamu jatuh hati. Nggak heran, pelangi banyak menginspirasi, mulai dari dijadikan lagu, kue, busana, dan masih banyak lagi. Kamu mungkin sering melihat pelangi, terutama bila cahaya matahari cukup kuat dan hujan turun rintik-rintik. Tahukah kamu bagaimana proses terjadinya pelangi?

Pelangi terjadi karena pembiasan cahaya. Cahaya matahari yang melewati sebuah tetes hujan akan dibiaskan melewatinya. Nah, proses pembiasan ini yang memisahkan cahaya putih menjadi warna spektrum. Warna spektrum adalah warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Atau yang sering kita tahu dengan singkatan mejikuhibiniu. Kemudian warna-warna itu memantul di belakang tetes hujan, yang akibatnya cahaya tampak melengkung menjadi pelangi.

Proses terjadinya Pelangi yang muncul saat hujan gerimis

Sebenarnya warna pelangi nggak cuma 7 itu, loh! Pembiasan pada pelangi akan membentuk semua warna yang ada di bumi ini. Namun pengelihatan kita terbatas untuk membedakan semuanya. Jadi jangan heran juga, kalau ada sebagian orang yang bisa melihat pelangi dalam 7, 6, atau 5 warna. Pelangi yang sama bisa dilihat secara berbeda oleh orang yang berbeda karena adanya perspektif warna. Satu hal lagi yang kamu perlu tahu, meskipun kelihatannya pelangi berbentuk seperti setengah lingkatan, bentuk pelangi sebenarnya benar-benar lingkaran.

Nah, kamu juga bisa bikin pelangi buatan sendiri di rumah. Cukup sediakan semprotan air yang bisa mengeluarkan tetes air bening yang besarnya seperti ukuran tetes hujan. Cari lokasi yang agak panas, lalu semprotkan airnya ke atas. Saat air turun, air akan membiaskan cahaya matahari menjadi spektrum warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *