BERITA UNIK

Remaja Ini Kumpulkan Donasi dengan MenjualBiskuit

Bantu Guru Honorer Terdampak Covid, Remaja Ini Kumpulkan Donasi dengan Menjual Biskuit Tradisional
ARILYNN Wijaya (13) bersama biskuit favorit keluarganya yang ia jadikan sebagai media mengumpulkan donasi untuk para tenaga pengajar honorer terdampak Covid-19. 

Pelangiqqlounge Remaja Ini Kumpulkan Donasi dengan MenjualBiskuit Selama masa karantina, tidak sedikit tenaga pengajar honorer di sejumlah sekolah mengalami kehilangan penghasilan. PELANGIQQ

Keharusan untuk belajar di rumah menyebabkan mereka yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan pada mengajar honorer mengalami kesulitan selama masa pandemi corona.

Remaja Ini Kumpulkan Donasi dengan MenjualBiskuit Hal ini yang membuat seorang remaja berusia 13 tahun, Arylinn tergerak untuk membuat sebuah proyek donasi bersama adiknya Avelynn. PELANGIQQ

Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Methodist 3 Medan ini membuat aksi kumpul donasi dengan cara yang unik.

Ia menjual biskuit tradisional asal kampung halamannya di Tebingtinggi dengan mendonasikan seluruh keuntungannya untuk membantu para pengajar honorer.

Arilynn mengatakan, seluruh keuntungan dari menjual biskuit akan disalurkan ke komunitas Berani Bermimpi dalam pembagian paket sembako kepada tenaga pengajar honorer.

“Satu kotak biskuit bisa menyelamatkan satu keluarga. Jadi melalui cookies kita bisa berbuat kebaikan sama-sama,” ujarnya.

Diterangkannya, biskuit yang ia jual merupakan buatan rumah dari tetangganya yang ada di Kota Tebingtinggi. Biskuit ini sudah ada sejak jaman atok (ayahnya kakek) Arilynn dan disukai hingga ke empat generasi keluarganya.

Tak hanya itu, bocah 13 tahun ini juga mengaku ingin mendukung usaha rumahan tetangganya tersebut di Tebingtinggi.

“Kami ingin mendukung usaha tetangga yang ada di Tebingtinggi. Nama biskuitnya Guyupiang, sejenis biskuit yang bahan dasarnya mentega. Jadi biskuitnya itu sudah disukai dari jaman Atok kami hingga ke kami, sudah empat generasi,” tutur Arilynn.

Arilynn tak memungkiri kesulitan yang dihadapinya saat memulai pengumpulan donasi melalui proyek biskuit ini.Namun hal tersebut tidak membuat Arilynn lantas menyerah.

Ia telah berhasil menjual sebanyak 100 kotak biskuit favorit keluarganya itu dan siap untuk mengantarkannya ke para pemesan.

“Profitnya sudah kita salurkan untuk membantu para tenaga pengajar honorer. Sekarang sedang proses memberikan cookies nya ke 100 pemesan.

Dalam memasarkan biskuit untuk donasi tersebut Arilynn juga membuat video animasi sendiri dengan menggunakan kemampuan di bidang digitalnya.

Siswi SMP ini berharap melalui kegiatan pengumpulan donasi yang ia lakukan bisa menginspirasi teman-teman seumurannya untuk bisa melakukan inovasi yang sama dan tidak takut untuk mencoba.

“Penginnya orang-orang yang seumuran aku bisa terinspirasi dan melakukan hal serupa dengan ide-ide luar biasa lainnya. penting berani mencoba dan enggak takut gagal. Selama niat nya baik, pasti ada jalan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *