TIPS & TRICK

Saran Psikolog Hadapi Pacar Nafsuan

Saran Psikolog Hadapi Pacar Nafsuan – Dorongan seksual saat menjalin hubungan sebelum menikah mungkin kerap tak tertahankan.

Tidak hanya terjadi pada laki-laki, ada waktu-waktu saat perempuan juga tak bisa menahan nafsunya.

Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, pada wanita, biasanya dorongan seksual yang tinggi terjadi di masa ovulasi atau masa subur mereka. Sementara pria cenderung lebih sering meningkat dorongan seksnya.

Lantas bagaimana agar nafsu pasangan tidak melulu menjerumus ke hubungan seksual? Berikut tips-tipsnya.

Baca juga: Olahraga Yang Bikin Pria Tahan Lama Bercinta

  1. Buat komitmen

Zoya menyebut hal yang paling penting adalah berani mengkomunikasikan hal yang di rasa tidak nyaman. Relationship beda dengan ownership.

Dalam relationship, jangan ada rasa ownership atau kepemilikan, merasa pacar adalah ‘milik saya’ sehingga bebas melakukan apa saja.

“Misalnya bilang sayang kita nih akan pacaran nih ya, ketika kita sudah sama-sama nafsu kita mesti ngapain?” jelasnya.

“Siap nggak kalau hubungan seksual sebelum pacaran sama konsekuensi yang nanti di tanggung?” saran Zoya.

Batasan nafsu yang wajar bersama pasangan bisa di bicarakan sehingga satu sama lain merasa tidak ada yang di rugikan. Hati-hati jika pasangan langsung memeluk tanpa izin, Zoya menyebut hal ini bisa di kategorikan harrasment.

  1. Hindari tempat sepi

Menurut Zoya, bagi pasangan yang memilih pacaran sehat untuk sebisa mungkin menghindari tempat sepi. Terlebih buat mereka yang terbiasa pacaran di rumah.

“Cobalah untuk tidak pacaran atau tidak berdua-duaan di tempat yang terlalu private, pergilah ke tempat yang relatif lebih ramai yang kira-kira akan mempersulit kamu untuk aneh-aneh,” katanya.

“Misalnya pacarannya di rumah, justru lebih hati-hati. Karena kita tahu itu habitat kita kan, kita tahu kapan orang tua kita pulang, tempat di mana dia bisa ngapain aja,” pesannya.

Zoya juga mengingatkan untuk berhati-hati dengan sentuhan fisik karena persepsi masing-masing individu bisa berbeda. Selengkapnya simak di halaman berikutnya.

  1. Kenali rangsangan seksual diri sendiri

Begitu juga dengan titik rangsangan seksual, Zoya menyebut faktor masing-masing orang meningkat nafsunya tentu berbeda. Contohnya, jika kamu atau pasangan merasa bergairah hanya karena berpegangan tangan, lebih baik jangan di lakukan.

“Sadari letak tubuh dan seksualitas kamu, ada kan orang yang baru di pegang rambutnya dia langsung semriwing,” katanya.

Baca Juga : Cara Memilih Kondom Agar Lebih Nyaman Bercinta

“Nah rangsangan atau sentuhan yang muncul ini biar kamu nggak sampai kebablasan lebih baik kamu stop sampai di situ,” jelas Zoya.

  1. Hati-hati dengan pelukan!

Zoya menyebut sentuhan seperti pelukan perlu di waspadai. Terlebih saat laki-laki memeluk perempuan dari belakang.

“Hati-hatilah dengan pelukan, peluk dari berlakang apalagi, iya buat kamu kan itu mesra, romantis,” jelas Zoya.

“Tetapi kalau peluk dari belakang pinggul kamu nyenggol daerah kelamin laki-laki itu ya pasti akan langsung turn on,” tuturnya.

Zoya menegaskan pelecehan seksual tidak terjadi karena pakaian yang di pakai wanita. Bisa saja pria terangsang pada wanita yang pakaiannya juga tertutup.

“Bisa saja makin tertutup orang makin terangsang, makin terbuka orang makin biasa, jadi tidak ada pelecehan seksual dengan baju, itu hanya excuse saja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *