Uncategorized

Tips Cuan Saat Ramadhan di Tengah Corona

Tips Cuan Saat Ramadhan

Tips Cuan Saat Ramadhan – Pandemi COVID-19 bikin banyak orang galau karena kehilangan pundi-pundi rupiah. Ada yang gajinya dipotong, dirumahkan tanpa digaji, hingga kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun jangan kelamaan pusing memikirkan isi dompet yang makin tipis PelangiQQ

Pakar marketing Hermawan Kartajaya membagikan tips meraih cuan di tengah merebaknya virus Corona, bertepatan dengan momen Ramadhan. Tips tersebut dia bagikan melalui Live IG Tolak Miskin di Instagram @detikcom yang tayang kemarin. Bagi yang tidak sempat menyaksikan atau tak sempat mencatat, ini dia tipsnya.

“Yang paling dibutuhkan orang dengan suasana Ramadhan adalah buka puasa. Buka puasa, orang juga nggak berani kumpul-kumpul. Keluarga bisa home cooking kan. Tapi kita bisa tawarkan untuk kebutuhan Ramadhan untuk buka puasa. Apa yang bisa kita tawarkan dengan menu-menu yang lain daripada home cooking,” kata dia Kamis (23/4/2020).

Menurutnya masyarakat tidak mungkin selama empat minggu berpuasa, berbukanya dengan menu yang itu-itu saja. Ada kalanya mereka jenuh dan ingin memakan menu lain. Nah, kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi ladang usaha Agen Capsa

Apalagi sekarang banyak jasa kurir instan, yang cuma hitungan jam, barang sudah sampai di tangan pelanggan. Hal tersebut tentu memudahkan kita di tengah pandemi COVID-19 untuk bisa berbisnis.

“Sekarang sudah ada Gojek, delivery yang lain, Grab, dan sebagainya. Jadi mesti kayak begitu. Yang masih memungkinkan adalah sekarang sahur pagi, mungkin menyiapkan malamnya untuk pagi sahur. Kemudian buka puasa. Ini yang saya lihat paling memungkinkan,” jelasnya.

Baca juga: ‘Ongkos’ Kartu Pra Kerja Dipakai Buat Biaya Hidup dan Usaha, Cukup?

Tips Cuan Saat Ramadhan

Jakarta – Para peserta program Kartu Pra Kerja dapat insentif sebesar Rp 2.400.000 per orang dari total Rp 3.550.000. Dana murni insentif akan dibayarkan setiap bulannya Rp 600.000 selama empat bulan Poker Online

Sedangkan sisa dana dari Rp 3,5 juta tersebut merupakan biaya pelatihan Rp 1.000.000 dan dana survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.

Pemberian insentif diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya selama pandemi virus Corona. Bahkan, pemerintah juga tidak melarang jika insentif tersebut dimanfaatkan sebagai modal usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *