BERITA UNIK POKER

Waspada! Kini Bakteri Bisa Merubah Bentuk Diri Demi Menghindari Antibiotik

Waspada! Kini Bakteri Bisa Merubah Bentuk Diri Demi Menghindari Antibiotik

Kini Bakteri Bisa Merubah Bentuk

Pelangiqq loungeWaspada! Kini Bakteri Bisa Merubah Bentuk Diri Demi Menghindari Selain itu, mereka pun membuat banyak infeksi, termasuk pneumonia, tuberkulosis, dan gonore (kencing nanah), lebih sulit untuk diobati. Poker Pelangi

Beberapa cara bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik adalah melalui perubahan genom bakteri. Misalnya, bakteri dapat memompa antibiotik keluar, atau mereka dapat memecah antibiotik.

Kini Bakteri Bisa Merubah Bentuk Diri Demi Menghindari Mereka juga dapat berhenti tumbuh dan mulai membelah diri, yang membuat mereka sulit dikenali untuk sistem kekebalan tubuh. Namun, penelitian Mickiewicz berfokus pada metode lain yang diterapkanĀ bakteriĀ untuk menjadi resisten antibiotik.

“Kami bisa menunjukkan bahwa bakteri dapat mengubah bentuk dirinya saat berada di dalam tubuh manusia untuk menghindari efek antibiotik. Hampir semua bakteri dikelilingi oleh struktur yang disebut dinding sel. Dinding ini seperti jaket tebal yang melindungi mereka dari lingkungan sekitar dan mencegah sel mereka hancur.

Oleh karenanya, imun manusia mudah mengenali bakteri sebagai musuh sebab dinding selnya sangat berbeda,” Mickiewicz menjelaskan.

Bacillus anthracis, bakteri penyebab antraks

Bagaimanapun, bakteri kadang-kadang dapat bertahan hidup tanpa dinding sel. Bakteri ini ditemukan pada 1935 oleh Emmy Klieneberger-Nobel. Nama bakteri diambil dari Lister Institute, di mana Emmy bekerja pada saat itu.

“Di laboratorium, kita sering menggunakan gula untuk menciptakan lingkungan yang sesuai dengan pelindung tubuh bakteri. Ini membantu melindungi kita dari infeksi bakteri,” papar Mickiewicz lagi.

Bakteri kolera (Vibrio cholerae) tampak mikroskopis (Wikimedia / Creative Commons)

Kami dapat mendeteksi bakteri licik ini menggunakan probe fluoresen yang mengenali DNA bakteri,” sebut Mickiewicz.

“Kami menguji sampel urin dari pasien lansia yang terserang ISK berulang, dengan menempatkannya ke dalam cawan petri tinggi gula. Lingkungan ini tidak hanya membantu melindungi bakteri dari penghancuran, tetapi juga mengisolasi bakteri ‘bentuk-L’ yang ada di dalam sampel ini.”

Menurut Mickiewicz, hal penting dari penelitian dia adalah antibiotik perlu diuji dalam kondisi yang lebih mencerminkan tubuh manusia.

Sumber : Pelangiqq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *